Rabu, 08 Juni 2016

Struktur Dan Kaidah Teks Laporan Hasil Observasi



Perhatikan Contoh Teks Laporan Observasi!
Khasiat Kunyit
Kunyit merupakan salah satu tanaman obat berkhasiat yang juga banyak digunakan sebagai bumbu dapur. Nama ilmiah dari kunyit adalah Curcuma domestica. Tanaman obat ini memiliki warna kuning yang juga banyak dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami. Kunyit termasuk jenis tanaman obat atau rempah yang mudah ditemukan di pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern.
          Kunyit juga kaya akan khasiat atau manfaat. Salah satu manfaat utama kunyit adalah untuk menguatkan daya ingat seseorang dan juga memperlambat kemungkinan datangnya penyakit “pikun” atau penurunan daya ingat seseorang. Penyakit ini juga umum disebut sebagai Alzhaimer. Alzhaimer memang umum terjadi pada seseorang yang telah memasuki usia tua. Akan tetapi, penyakit ini pun dapat menyerang siapa saja dikarenakan fungsi otaknya mengalami penurunan. Salah satu tanaman obat yang bisa membantu untuk menguatkan daya ingat otak adalah kunyit. Salah satu cara mengonsumsinya adalah dengan mencampurnya sebagai bahan masakan. Cukup sering mengonsumsi makanan yang mengandung kunyit akan membantu menguatkan daya ingat seseorang.
          Khasiat kunyit lainnya adalah untuk kesehatan kulit. Ada beberapa masalah kesehatan kulit yang bisa diatasi dengan menggunakan kunyit. Pertama adalah jerawat. Jerawat timbul akibat kotoran dan juga bakteri yang tersumbat di dalam pori-pori kulit dan umumnya terjadi pada seseorang yang memiliki kulit berminyak. Kunyit bisa menjadi salah satu solusi untuk masalah jerawat ini. Kunyit bisa membantu untuk menyembuhkan jerawat serta membuat kulit tetap dalam keadaan bersih. Kedua adalah kulit kering. Kunyit juga bisa membantu melembabkan kulit yang kering, salah satu caranya adalah dengan menggunakan campuran kunyit dengan susu. Ketiga adalah masalah pigmentasi. Pigmentasi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti produksi dari pigmen melanin yang berlebihan dan terlalu sering terpapar sinar matahari. Kunyit dapat membantu mengurangi pigmentasi pada kulit bila digunakan secara teratur dan konsisten.
Mari Amati Strukturnya, ciri-ciri dan kaidah nya!
Hasil Analisis :
1. Teks laporan observasi tersebut memiliki struktur yang lengkap.
1. Definisi umum terdapat pada awal paragraf, yaitu kalimat yang menjelaskan apa itu kunyit.
2. Deskripsi bagian terdapat pada kalimat-kalimat selanjutnya yang menjelaskan ciri-ciri kunyit dan dimana saja kunyit dapat ditemukan.
3. Deskripsi manfaat terdapat pada paragraf 2 dan seterusnya yang menjelaskan aneka manfaat dari kunyit.
4. Beberapa karakteristik Teks Laporan Hasil Observasi:
Teks observasi memiliki ciri-ciri yang terdiri dari ciri-ciri umum teks dan ciri-ciri kebahasaan. Kedua ciri-ciri teks observasi tersebut adalah sebagai berikut.
Ciri umum teks observasi:
4.1 Isi teks bersifat objektif dan tidak memihak.
4.2 Harus ditulis berdasarkan fakta yang terjadi pada saat pengamatan dilakukan.
4.3 Isi teks tidak mengandung hal-hal yang bersifat penyimpangan, dugaan-dugaan yang tidak tepat, atau juga pemihakan terhadap sesuatu.
4.4 Teks observasi disajikan dalam bentuk yang menarik, tata bahasa yang baik, susunan teksnya logis, dan isi dari teks berbobot dan berkualitas.
4.5 Isi teks harus ditulis secara lengkap dan sempurna.
5. Ciri kebahasaan teks observasi:
5.1 Kata kerja atau verba seperti duduk, memilih, dan menggunakan.
5.2 Kata benda atau nomina seperti besi, hewan, dan buku.
5.3 Frasa verbal seperti bisa digabungkan, sudah selesai, dan bisa dikelompokkan.
4. Frasa nomina seperti ayam petelur dan orang lemah.
5.5 Berbagai istilah atau kata yang umum digunakan pada satu bidang tertentu misalnya garpu tala dan destilasi.
5.6 Kalimat yang hanya menggunakan satu verba atau disebut kalimat simpleks seperti “Doni meminjam banyak buku dari perpustakaan”.
5.7 Kalimat yang menggunakan dua verba atau lebih yang disebut dengan kalimat kompleks seperti “Pengantar barang tersebut menaruh dan mencatat setiap barang di gudang”.
5.8 Kata penghubung atau konjungsi seperti atau, dan, ketika.
5.9 Persamaan kata atau sinonim seperti menjangkau = meraih.
5.10 Lawan kata atau antonim seperti peningkatan X penurunan.

TUGAS ANALISIS STRUKTUR TEKS LEPORAN HASIL OBSERVASI
Setelah mengamati contoh analisis Teks Laporan Hasil Observasi berjudul manfaat kunyit, bacalah contoh Teks Laporan Hasil Observasi yang berjudul “SISTEM Peredaran Darah Manusia”, kemudian analisis struktur teksnya seperti contoh:
Sistem Peredaran Darah Manusia
Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, pembuluh darah,  dan jantung. Semua itu dapat diperinci sebagai berikut.  Darah adalah cairan merah yang kental. Terdapat sekitar 3,5 liter darah pada rata-rata tubuh manusia dan dapat digolongkan menjadi  golongan A, B, O, dan AB.  Terdapat tiga jenis pembuluh darah, yaitu arteri, vena, dan kapiler. Pembuluh darah arteri adalah pembuluh darah yang lebar. Pembuluh darah jenis ini menyalurkan darah ke seluruh bagian tubuh. Darah pada pembuluh arteri berwarna merah cerah dan mengandung oksigen. Pembuluh darah vena adalah pembuluh darah yang sempit. Pembuluh darah jenis ini memiliki dinding yang tipis dan tidak elastis. Adapun pembuluh darah kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil.  Jantung adalah organ yang berbentuk seperti kerucut. Jantung terletak di tengah dada bagian dalam. Jantung merupakan organ yang tebal, berotot, dan mempunyai empat bilik. Rara-rata jantung mempunyai ukuran panjang kira-kira 13 cm, lebar 9 cm, dan tebal 6 cm. Berat jantung sekitar 300 gram
(Diadaptasikan dari Reading and Thinking in English, Vol. 1, 1986: 14).



Read More ->>

Sabtu, 03 Januari 2015

PENGATURAN PERUBAHAN DAN CARA MENYIKAPINYA

             Di dunia ini tidak ada yang abadi kecuali perubahan. Perubahan berupa perpindahaan dari keadaan lama menjadi baru. Adanya suasana baru menimbulkan rasa segar. Kesegaran menghasilkan suasana organisasi baru.
            Sikap manusia terhadap perubahan adalah: mangkir atau bolos, mogok kerja, menuntut, merengut atau berkeluh-kesah, dan yang sangat positif adalah bekerja lebih keras, serta menolak terang-terangan. Semua sikap tersebut untuk memenuhi tujuan pribadinya.
            Manusia ada yang tidak senang dengan perubahan dan berusaha status quo. Penyebab manusia tidak mau berubah atau menolak perubahan antara lain karena: (1) sudah terbiasa dengan kebiasaan; (2) merasa sudah mapan (sudah puas); (3) ingin aman, tidak ingin kehilangan penghasilan, jabatan, kekuasaan, dan sebagainya; (4) tidak mau mengambil resiko (takut gagal), (5) malas berpikir, dan (6) kurang mempercayai (kurang yakin) perubahan itu membawa yang lebih baik.

Faktor-faktor Pendorong Perubahan
1) Perubahan kebijakan pemerintah
2) Perubahan sosial, ekonomi, politik, dan budaya
3) Perkembangan ipteks
4) Globalisasi
5) Persaingan atau sebaliknya, kerja sama. 

Model Perubahan Organisasi
            Foster (1986) menyatakan ada lima model perubahan yaitialahu:

1)   Model Personal:
Organisasi terdiri sejumlah anggota sehingga tidak  ada perubahan jika angotanya tidak mau berubah.  Seseorang mau berubah bila pola pikir lamanya sudah tidak sesuai lagi.
Perubahan pola pikir terjadi dalam tiga tahap:
(1) mencairkan pola pikir lama (unfrezing),
(2) mengenalkan pola pikir baru (changing), dan
(3) mengendapkan (refreezing).

2)  Model sistem: perubahan berdasarkan subsistem.
Proses  perubahan dikembangkan oleh Havelock & Zlotolow (1995)  disingkat CREATER.
Care
perubahan dimulai dari adanya kepedulian untuk berubah
Relate
perubahan dibangun dalam hubungan kerja sama yang melakukan perubahan. 
Examine
perubahan perlu diuji untuk memilih perubahan apa saja yang diperlukan.
Acquire
mengidentifikasi dan memperoleh sumber daya yang diperlukan untuk perubahan.
Try 
perubahan perlu dicoba untuk mengatasi hambatan yang mungkin timbul.
Extend
Perubahan memerlukan waKepala Sekolah lama sampai perubahan itu terjadi.
Renew
Perubahan dilakukan terus menerus dengan cara kerja baru.

3)  Model rasional: para rasionalis akan berubah tanpa disuruh.
4)  Model politik dan ekonomi: orang akan berubah bila menguntungkan secara ekonomi. Orang akan berubah untuk mendapatkan dukungan, koalisi, negosiasi, dan kekuatan tawar menawar kekuasaan.
5)  Model budaya: perubahan terjadi karena adanya perubahan keyakinan atau nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kebersamaan.

Cara-cara untuk Mengurangi Penolakan Perubahan
1) Partisipasi
2) Komunikasi
3) Dukungan
4) Hadiah
5) Perencanaan
6) Penggunaan kekuasaan (Lunenburg & Ornstein (2005).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa  Sikap manusia terhadap perubahan adalah: mangkir atau bolos, mogok kerja, menuntut, merengut au berkeluh-kesah, bekerja lebih keras, serta menolak terang-terangan.  Manusia ada yang tidak senang dengan perubahan dan berusaha status quo. Penyebab manusia tidak mau berubah  ada sembilan hal. Faktor pendorong perubahan ada lima. Model perubahan ada lima.Cara mengurangi perubahan ada enam.

Daftar Pustaka
Foster, W. 1986. Paradigms and Promises. Buffalo: Protheus.
Lunenburg, F.C. & Ornstein, A.C. 2005. Educational administration.
Concept and Practice. 4th Edition, Wadsworth: Thomson Learning
Read More ->>

TAHAPAN PENYUSUNAN SKP BAGI PNS GURU UNTUK SETIAP TAHUN

Penilaian Prestasi Kerja PNS adalah suatu proses penilaian secara sistematis yang dilakukan oleh Pejabat Penilai terhadap sasaran kerja pegawai dan perilaku kerja PNS. Penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil bertujuan untuk menjamin objektivitas pembinaan Pegawai Negeri Sipil yang dilakukan berdasarkan sistem prestasi kerja dan sistem karier yang dititikberatkan pada sistem prestasi kerja.

Read More ->>

Sabtu, 19 Juli 2014

CATATANKU: Tantangan Profesionalisasi Guru

CATATANKU: Tantangan Profesionalisasi Guru:                  Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan beratnya tantangan yang dihadapi oleh profesi keguruan dalam usaha untuk meningk...
Read More ->>

Jumat, 23 Mei 2014

SASARAN, STRATEGI, DAN MEKANISME PENDAMPINGAN

SASARAN, STRATEGI, DAN MEKANISME PENDAMPINGAN

A.  Sasaran Pendampingan
Sasaran pendampingan adalah guru mata pelajaran: Matematika, Bahasa Indonesia, dan Sejarah Indonesia Kelas X pada 1021 SMK sasaran.

B.  Strategi Pendampingan
1.    Pertemuan awal, yaitu kegiatan pengkondisian, penjelasan tujuan, penyepakatan materi pendampingan, agenda kegiatan, serta informasi lain yang dibutuhkan bagi kelancaran pelaksanaan pendampingan.
2.    Pelaksanaan observasi lapangan, yaitu kegiatan pengamatan terhadap rencana pelaksanaan pembelajaran, media dan alat bantu pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, serta pelaksanaan penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh pendamping kepada Guru Sasaran.
3.    Pembahasan hasil observasi, yaitu kegiatan pembahasan hasil observasi lapangan untuk mendiskusikan dan merumuskan langkah-langkah perbaikan.
4.   Perbaikan berdasarkan hasil observasi, yaitu kegiatan perbaikan yang dilakukan Guru Sasaran sebagai tindak tindak lanjut hasil diskusi pendamping dengan Guru Sasaran.
5.    Penyusunan laporan, yaitu kegiatan pendamping menyusun laporan proses dan hasil pendampingan.

C.  Mekanisme Pendampingan

1.   Pengorganisasian

Kegiatan pendampingan ini dikoordinasikan oleh Direktorat Pembinaan SMK dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan bekerja-sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas Kabupaten/Kota dan SMK Klaster.

2.  Tahapan Pendampingan

a.    Persiapan pendampingan
1)   Penyiapan bahan pendukung, misal: silabus, contoh RPP, contoh projek, contoh penilaian portofolio, contoh rapor, dll.
2)   Instrumen dan petunjuk pengisian yang terkait dengan pemahaman umum Guru Sasaran terhadap:
·     Buku teks pelajaran dan buku pedoman guru termasuk silabus,
·     Proses pembelajaran dan penilaian,
·     Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran,
·     Pelaksanaan pembelajaran,
·     Pelaksanaan penilaian.
3)   Konsolidasi antara Guru Inti dan Guru Sasaran berkenaan dengan sasaran, materi, serta strategi pendampingan.

b.    Pelaksanaan Pendampingan
Pelaksanaan pendampingan dilakukan dalam bentuk kunjungan, observasi, diskusi klinis, dan perbaikan yang dilakukan oleh Guru Inti dan Guru Sasaran.

Pelaksanaan Tahap 1 (IN)
Pendampingan tahap 1 dilaksanakan pada bulan Oktober 2013 yang mencakup kegiatan sebagai berikut:
-     Menggali keterbukaan, keyakinan, dan penerimaan terhadap Kurikulum SMK 2013;
-     Mengkaji dan membimbing guru dalam menganalisis materi ajar, yang mencakup analisis buku guru dan buku siswa dilihat dari kesesuaian, kecukupan, dan kedalaman materi;
-     Mengkaji dan membimbing guru dalam menyusun program pembelajaran sesuai dengan konsep Kurikulum SMK 2013;
-     Menggali berbagai kendala berkenaan dengan konsep Kurikulum SMK 2013 dalam penyusunan program, pelaksanaan, dan evaluasi;
-     Memfasilitasi pemecahan masalah terkait dengan kendala yang dihadapi melalui konsultasi, pemberian informasi, mentoring, dan coaching, baik secara langsung maupun online.

Materi pendampingan tahap 1 mencakup:
-     Memberikan penguatan berkenaan dengan keyakinan dan penerimaan guru terhadap model program, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada Kurikulum SMK 2013;
-     Melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan Guru Sasaran;
-     Memberikan layanan konsultasi, modelling, dan coaching berkenaan dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan Guru Sasaran, baik secara langsung maupun online.



Pelaksanaan Tahap 2 (ON)
Pendampingan tahap 2 dilaksanakan pada bulan November 2013 yang mencakup kegiatan sebagai berikut:
-     Bersama Guru Sasaran melaksanakan refleksi terkait implementasi Kurikulum SMK 2013 untuk mengetahui apa yang masih dirasa sulit dalam implementasi Kurikulum SMK 2013;
-     Memberikan penguatan berkenaan dengan keyakinan dan penerimaan guru terhadap pendekatan, model, serta penilaian pembelajaran pada Kurikulum SMK 2013;
-     Melakukan observasi pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan Guru Sasaran, berkenaan dengan penerapan scientifict, discovery learning, dan project based learning;
-     Memberikan layanan konsultasi, modelling, dan coaching berkenaan dengan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan Guru Sasaran, baik secara langsung maupun online.

Pelaksanaan Tahap Akhir
-     Melaksanakan kegiatan lokakarya hasil pendampingan dan menyusun laporan pendampingan oleh masing-masing Guru Inti sesuai dengan sistematika yang terdapat pada lampiran;
-     Menyerahkan laporan hasil pendampingan kepada SMK Klaster dan Direktorat Pembinaan SMK.

3.  Waktu dan Tempat Pelaksanaan Pendampingan
Program pendampingan secara keseluruhan akan dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan, mulai minggu pertama bulan Oktober 2013 dan berakhir pada minggu ketiga bulan Desember 2013. Pendampingan tatap muka langsung dilakukan sesuai dengan surat penugasan. Sedangkan pendampingan online dilakukan dalam batasan waktu pelaksanaan OJL (5 bulan), sesuai kesepakatan dan rambu-rambu antara pendamping dan yang didampingi. Tempat pelaksanaan pendampingan di lokasi sekolah sasaran untuk pendampingan langsung.

4.  Bentuk dan Teknik Pendampingan
     Kegiatan pendampingan dilakukan dalam bentuk tatap muka dan pendampingan secara online. Pendampingan dilakukan dengan mengunakan berbagai teknik yang relevan seperti konsultasi, penyampaian informasi, modeling, mentoring, dan coaching. Kegiatan secara online dilakukan dengan memanfaatkan berbagai perangkat teknologi informasi, seperti dalam bentuk email, telpon, atau pesan singkat (sms) kepada pendamping. Kegiatan pendampingan dilakukan pada saat kepala sekolah dan guru mengimplementasikan kurikulum di sekolah dan merupakan kegiatan lanjutan dari kegiatan In Service Learning, baik tahap I maupun tahap II.

5.  Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan Implementasi Kurikulum 2013
Evaluasi kegiatan pendampingan dilakukan dengan menggunakan instrumen evaluasi keterlaksanaan pendampingan kepada peserta pendampingan. Materi evaluasi diarahkan pada terselenggaranya fasilitasi implementasi kurikulum, terhimpunnya kendala dan terhimpunnya upaya pemecahannya terhadap kendala yang dihadapi. Disamping itu evaluasi pelaksanaan pendampingan juga mengungkap respon peserta terhadap pelayanan dan keterampilan petugas pendamping dalam memberikan layanan pendampingan



Petunjuk teknis pendampingan ini digunakan oleh Direktorat Pembinaan SMK bersama Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan dalam melakukan kegiatan supervisi implementasi Kurikulum SMK 2013. Petunjuk pendampingan ini diharapkan dapat mempermudah dan memberi motivasi para Guru Inti serta pemangku kepentingkan lainnya untuk berkomunikasi dan menyeleraskan kagiatan pendampingan, yang pada gilirannya akan mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum 2013.

Read More ->>

About star!kurikulum smk 2013!

Diberdayakan oleh Blogger.